Hari Ketiga D-8 Halal Expo Indonesia, Eksplorasi Ragam Pendanaan dan Investasi Syariah
Hari ketiga D-8 Halal Expo Indonesia (D-8 HEI) sukses diselenggarakan di Senayan Tennis Indoor Stadium, Jakarta. Kegiatan hari ketiga didominasi dengan diskusi seputar investasi dan pendanaan syariah serta penjajakan kerja sama perdagangan konkret antar negara-negara D-8.
Jakarta, 10 Juli 2026 – Hari ketiga D-8 Halal Expo Indonesia (D-8 HEI) sukses diselenggarakan di Senayan Tennis Indoor Stadium, Jakarta. Kegiatan hari ketiga didominasi dengan diskusi seputar investasi dan pendanaan syariah serta penjajakan kerja sama perdagangan konkret antar negara-negara D-8.

Hari ketiga D-8 HEI diramaikan dengan empat sesi HEI Talks yang banyak berfokus pada pendanaan dan investasi syariah. Sesi pertama yang mengangkat tema “Unlocking Blended Financing in D-8 through Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) and Cash Waqf Linked Deposit (CWLD)” menghadirkan narasumber Dr. Dadang Muljawan, Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI dan Dr. Dwi Irianti Hadiningdyah, Direktur Keuangan Sosial Syariah KNEKS. Dalam sesi ini, para narasumber dan audiens antusias membahas beragam fasilitas pendanaan syariah seperti Islamic blended financing dan sukuk, serta bagaimana pendanaan syariah dapat dipromosikan kepada investor-investor asing yang potensial.
Sesi kedua bertemakan “Driving the Future of Global Halal Trade & Economy Intra D-8: Lessons Learned from Bangladesh, Malaysia, and Egypt" dan menghadirkan tiga narasumber Chairman, Indonesia-Bangladesh Chambers of Commerce and Industry (IBCCI) Mohammed Riyadh Ali, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedubes Malaysia Farzamie Sarkawi, dan Minister dari Kedutaan Besar Mesir, Alzahraa Ahmed. Indonesia melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) telah memiliki mutual recognition agreement (MRA) dengan Malaysia (Jabatan Kemajuan Islam/JAKIM). Sesi ini mengeksplorasi potensi kerja sama lebih lanjut dengan Mesir dan Bangladesh tentang sertifikasi halal yang dapat dioptimalisasi.
Sementara itu, sesi ketiga mengambil tema “Developing Muslim-Friendly Tourism for Sustainable Economic Growth in D-8” dengan narasumber Kepala Riset dan Pengembangan Kapasitas CrescentRating Tawfiq Salam Ikhtianto, Adyatma Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Kepariwisataan Nia Niscaya, dan Direktur Akuisisi Bisnis Artotel Group Dennis Depriadie. Sesi ini membahas optimalisasi kerja sama melalui D-8 dalam mengembangkan industri pariwisata halal sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan melihat tren industri, data terkini, serta perspektif pemerintah dan pelaku usaha.
Kemudian, sesi keempat mengangkat tema “Reviving Investment & Business Ethic to redefine future Halal Intelligence” dengan menghadirkan Tyo Guritno dari Inspigo serta Abdelbasset Ouissa dan Ramzi Qane dari Muslim Capital Club. Diskusi berfokus pada penguatan dan penerapan etika bisnis serta investasi syariah guna memastikan penggunaan kecerdasan artifisial yang bertanggung jawab dalam mendukung terwujudnya ekosistem halal yang transparan, terpercaya, dan inovatif.
Duta Besar Designate Bangladesh untuk Indonesia Hasan Mridha mengunjungi D-8 HEI di hari ketiga ini. Beliau menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan D-8 HEI dan ketertarikan untuk mendorong kerja sama dagang Indonesia-Bangladesh di beberapa sektor komoditas seperti kopra. Dubes Mridha juga menyaksikan sesi business matching yang dilakukan Kadin Indonesia dengan Indonesia-Bangladesh Chamber of Commerce and Industry (IBCCI).
D-8 HEI juga sukses memfasilitasi courtesy meeting antara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dengan delegasi D-8 HEI dari Iran. Pertemuan ini membahas potensi menghubungkan pengusaha hewan ternak dan supplier frozen foods asal Indonesia dengan pengusaha perisa (flavoring) dan bioteknologi ternak asal Iran yang saling menguntungkan. Indonesia akan memperoleh akses pasar ke Timur Tengah dan Asia Tengah untuk peningkatan kualitas hewan ternak. Sementara, Iran dapat menjual produk perisa dan embrio ternak ke Indonesia.
Tentang D-8 HEI D-8 HEI merupakan bagian dari rangkaian Keketuaan Indonesia pada D-8 periode 2026-2027 yang akan berlangsung mulai tanggal 8 hingga 12 Juli 2026. Mengusung tema “Strengthening D-8 Halal Economy Through International Collaboration”, ajang ini dirancang sebagai platform utama bagi para pelaku bisnis, pelaku industri, investor, serta pembuat kebijakan untuk memperkuat rantai pasok halal di lingkungan D-8 sekaligus membuka akses yang lebih luas ke pasar global. D-8 HEI akan mendukung Indonesia menjadi salah satu hub ekonomi halal. Melalui D-8 HEI, kerja sama business-to-business (B2B) antar negara D-8 and beyond di berbagai sektor unggulan halal diharapkan semakin erat. Sinergi ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk mendukung target pencapaian volume perdagangan intra-D-8 sebesar USD 500 miliar pada tahun 2030. Tidak hanya menghadirkan korporasi skala menengah dan besar, D-8 HEI juga mengusung pelaku UMKM dari sektor kuliner, fashion, kerajinan tangan, pariwisata halal, digital, dan lain sebagainya. |