Hari Keempat D-8 Halal Expo Indonesia, MoU Perdagangan dan Kerja Sama Kembali Ditandatangani
Hari keempat D-8 Halal Expo Indonesia (D-8 HEI) yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, diwarnai dengan penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) mengenai perdagangan rempah, kopra, dan bahan makanan beku; antara pelaku usaha Indonesia dengan negara D-8 lainnya. Kedua MoU akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok utama komoditas rempah, sekaligus upaya untuk menembus pasar negara D-8 lain dan di luar negara D-8.
Jakarta, 11 Juli 2026 – Hari keempat D-8 Halal Expo Indonesia (D-8 HEI) yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, diwarnai dengan penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) mengenai perdagangan rempah, kopra, dan bahan makanan beku; antara pelaku usaha Indonesia dengan negara D-8 lainnya. Kedua MoU akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok utama komoditas rempah, sekaligus upaya untuk menembus pasar negara D-8 lain dan di luar negara D-8.

MoU lainnya ditandatangani antara sesama pelaku usaha nasional dalam pengembangan ekosistem dan kapasitas industri bahan baku halal.
Sementara itu, Talkshow dalam HEI Talk di hari keempat mengulas topik yang beragam, dari kewirausahaan anak muda, tantangan ekosistem halal dan ekonomi syariah di Indonesia, sampai dengan penguatan kerja sama dalam kerangka D-8.

Sesi pertama HEI Talk mengangkat tema “Unlocking New Drivers of Development: Talent, Sustainable Innovation, and Faith-based Finance for Shared Prosperity”, diisi pemaparan para narasumber yaitu influencer keuangan syariah Greget Kalla Buana, Ketua Forum Wakaf Produktif Rayan Asa Luminaries, dan Founder Wastehub Ranitya Nurlita. Sesi ini berfokus pada peran pemuda dan bonus demografi di negara anggota D-8 yang dapat dioptimalisasi untuk pembangunan berkelanjutan melalui zakat dan wakaf.
Sesi kedua bertemakan “Halal Youth and Passion as Entrepreneurs” menghadirkan narasumber Ketua Otonom Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Syariah Iman Taufik dan CEO Moria Fund Musab Mazen bin Nuzair. Kedua narasumber berbagi wawasan tentang dukungan yang diberikan oleh HIPMI Syariah dan Moria Fund kepada pengusaha muda untuk terus berkembang.
Selanjutnya, sesi ketiga mengambil tema “The State of Halal and Sharia Economy in Indonesia: Dari Pasar Terbesar Menuju Pusat Ekonomi Syariah Dunia” dengan narasumber Analyst Assistant Manager KataData Insight Center Hanif Gusman dan Vice-Chair of Committee of Halal Industrial Ecosystem Development and Halal Products Exports Masyarakat Ekonomi Syariah Indira Damayanti. Sesi ini membahas potensi Indonesia menjadi pemain utama industri halal global melalui kekuatan pasar dan dukungan regulasi, sekaligus menyoroti tantangan sertifikasi halal serta pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Sesi terakhir HEI Talks mengangkat tema “D-8 in a Changing Global Order: Strengthening Cooperation for a Resilient Future” dengan menghadirkan Duta Besar Turki untuk Indonesia Prof. Dr. Talip Küçükcan, Direktur Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis Kementerian Luar Negeri Ary Aprianto, dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia Philips J. Vermonte. Diskusi berfokus pada peran strategis kerja sama D-8 serta menelusuri langkah-langkah ke depan yang dapat diterapkan untuk mempererat dan memperluas cakupan kolaborasi, termasuk dengan melibatkan beragam pemangku kepentingan, guna mewujudkan masa depan yang tangguh.
Tentang D-8 HEI D-8 HEI merupakan bagian dari program Keketuaan Indonesia pada D-8 periode 2026-2027 yang akan berlangsung mulai tanggal 8 hingga 12 Juli 2026. Mengusung tema “Strengthening D-8 Halal Economy Through International Collaboration”, ajang ini dirancang sebagai platform utama bagi para pelaku bisnis, pelaku industri, investor, serta pembuat kebijakan untuk memperkuat rantai pasok halal di lingkungan D-8 sekaligus membuka akses yang lebih luas ke pasar global. D-8 HEI akan mendukung Indonesia menjadi salah satu hub ekonomi halal. Melalui D-8 HEI, kerja sama business-to-business (B2B) antar negara D-8 and beyond di berbagai sektor unggulan halal diharapkan semakin erat. Sinergi ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk mendukung target pencapaian volume perdagangan intra-D-8 sebesar USD 500 miliar pada tahun 2030. Tidak hanya menghadirkan korporasi skala menengah dan besar, D-8 HEI juga mengusung pelaku UMKM dari sektor kuliner, fashion, kerajinan tangan, pariwisata halal, digital, dan lain sebagainya. |